10 Cara Mengatasi Perasaan Terpuruk Saat Merasa Terabaikan

Menghadapi perlakuan diabaikan tentu rasanya sangat menyakitkan.  Apalagi jika itu dilakukan oleh orang-orang terdekat. Mengalami penolakan, tidak dicintai, tidak diinginkan, tidak dipedulikan, dilupakan semua orang, bisa lebih menyakitkan dibandingkan sakit secara fisik.

Hidup akan terasa berat lantaran merasa sendirian, tidak ada orang yang bisa diajak berbagi, tidak ada yang mengerti, bahkan tidak berguna.

Terlebih bagi orang-orang dengan tipe sensitif.  Mereka mampu menangkap isyarat-isyarat nonverbal biasanya lebih sadar bahwa dirinya diabaikan. Para individu ini lebih mahir dalam mengetahui apakah seseorang sedang tersenyum tulus atau hanya pura-pura tersenyum.

Merasa atau menjadi orang yang diabaikan seringkali menghasilkan berbagai pikiran negatif.  Bahkan, dalam jangka panjang bisa saja membuat seseorang merasakan depresi ringan hingga berat.  Selain itu, membiarkan diri tenggelam dalam pikiran negatif  juga akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Dampak yang terjadi misalnya saja, sakit kepala yang intens, rasa sesak di dada, hilang nafsu makan, insomnia, terkena magh, mudah merasa lelah, dan lain sebagainya. Maka dari itu, jika dirasa tengah mengalaminya,  Anda harus mengatasinya secara positif agar tidak makin terpuruk.

Dilansir dari WikiHow, berikut ini adalah cara mengatasi perasaan terpuruk saat diabaikan oleh orang-orang terdekat, cobalah lakukan hal di bawah ini :

1. Menulis Jurnal

Menulis jurnal atau catatan harian bisa melepas toxic yang ada dalam pikiran. Tulis apa yang Anda rasakan, apapun itu. Jujurlah kepada diri sendiri dan tuliskan segalanya. Tulisan yang Anda bagikan ini seperti proses bercerita atau mengeluarkan beban yang sedang Anda tanggung. Anda juga dapat menggunakannya sebagai media interaksi dengan diri sendiri. Hal ini penting dilakukan untuk menengali emosi, keadaan pikirannya, mengevaluasi diri, serta mengatur strategi untuk hidup selanjutnya dengan baik.

Baca Juga :  Begini Cara Mudah Bikin Tteokbokki, Makanan Tradisional Korea Yang Populer di Drakor

Faktanya, menulis jurnal sangat dianjurkan untuk kesehatan mental. Dikutip dari laman AyoYogya.com, menurut Jurnal Advance in Psychiatric Treatment tahun 2005, menulis dapat meningkatkan suasana hati dan menjauhkan stres serta depresi. Selain itu, menulis dapat membantu fungsi paru-paru dan menurunkan tekanan darah. Jadi, jika Anda merasa sedang kalut, nggak ada salahnya mencoba corat-coret menulis untuk menurunkan kadar stress.

2. Cari tontonan yang menghibur

Menonton drama bisa menjadi hiburan terbaik, dan bisa membantu melepaskan emosi-emosi negatif. Cobalah menonton drama Komedi, seperti Welcome To Waikiki, Mr. Queen, True Beauty, Full House, Personal Taste, Coffee Prince,  atau film-film yang dapat memberikan motivasi hidup, misalnya Itaewon class, Chef, The Billionare, Start-up (Suzy), dan lain-lain.

Sebisa mungkin hindari tontonan drama yang sedih mencekam. Namun tidak ada salahnya juga untuk menonton melodrama agar bisa mengeluarkan perasaan sedih yang dialami. Rekomendasi melodrama misalnya saja, di antaranya  A love to kill, Sorry I love you, Shark, Meteor Garden 2, Innocent Man, dan lain sebagainya.

3. Belajar Menentang Pikiran Negatif

Cobalah menentang pikiran negatif yang muncul. Ingatlah bahwa di balik segala sesuatu yang buruk sekalipun pasti ada hikmahnya. Tuliskan pikiran negatif Anda di kertas lembar, kemudian berikan pandangan positif yang dapat menentang pikiran negatif tersebut.  Mulailah dengan mencari sisi positif dari kejadian tidak menyenangkan yang Anda alami.

4. Carilah nilai plus diri sendiri

Belajarlah mengasihani diri sendiri, menghargai diri sendiri dan melihat sisi positif yang Anda miliki. Catatlah sebanyak mungkin kebaikan apa saja yang pernah Anda lakukakan dalam hidup. Bukan untuk bersikap pamer, tetapi untuk mengingatkan bahwa Anda  pernah bermanfaat untuk orang lain.  Misalnya saja, ingatlah Anda pernah memberi makan fakir miskin, menolong teman yang kesulitan keuangan, dan lain sebagainya. Karena  terkadang kita akan merasa bahagia jika bisa bermanfaat untuk orang lain.

Baca Juga :  Sekolah Akan Dibuka, Ikuti 6 Cara Ini Agar Anak Mau Pakai Masker

Ingatkan diri sendiri bahwa Anda berharga, sekalipun tidak ada yang menganggap berharga. Nyawa yang Anda miliki adalah hal paling berharga di dunia. Kenapa? Karena nyawa tidak bisa ditukar dengan apapun. Tetaplah hidup meskipun merasa tidak berguna.

5. Bangun pertahanan diri

Bangunlah pertahanan diri dengan mendekat pada teman-teman yang baik yang bisa memberikan dukungan. Jika Anda butuh mencurahkan perasaan, carilah teman lama yang sudah sangat mengenal Anda. Hubungi teman yang bersedia menjadi pendengar yang baik.

Selain itu, cobalah mencari teman-teman baru. Bagun hubungan yang positif agar Anda bisa mendapat lebih banyak dukungan dan motivasi baru. Peraturan: Bertemanlah dengan orang-orang yang mau berteman dengan Anda.

6. Lakukan sesuatu yang menyenangkan

Melakukan hal yang menyenangkan akan dapat membantu perbaiki mood. Misalnya saja, jika Anda hobi makan, cobalah wisata kuliner dan menikmati makanan-makanan enak. Atau jika hobi berbelanja, lakukanlah sebanyak yang Anda mau sampai puas, namun jangan lupa berbelanja sesuai kebutuhan.

7. Introspeksi diri

Pikirkan penolakan yang Anda alami. Kenali berbagai kemungkinan penyebab Anda dibaikan atau tidak dipedulikan lagi oleh orang-orang terdekat. Dengan memahami hal tersebut akan membantu Anda untuk mengoreksi diri sendiri. Buang kebiasaan yang buruk, dan cobalah bangun karakter yang positif.

8. Befokuslah pada diri sendiri

Cobalah mulai fokus pada diri sendiri, kenali kelebihan yang anda miliki. Setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihan itu bisa berupa bakat, potensi diri, dan lain sebagainya. Mulailah mengasah kemampuan tersebut.  Hal ini akan meningkatkan rasa percaya diri jika dilakukan dengan konsisten.

9. Jaga hubungan baik dengan teman-teman 

Umumnya, setiap kita akan diperlakukan sebagaimana kita memperlakukan orang lain. Jagalah hubungan baik dengan-teman Anda dengan menghubunginya. Jika Anda tidak pernah mengontak atau mengundang orang lain, jangan harap mereka akan melakukan hal tersebut kepada Anda. Selain teman atau keluarga, ingatlah orang-orang yang pernah menolong Anda.

Baca Juga :  Mau Jadi Enterpreneur? Inilah 5 Trik Enterpreneur Ala Drakor Start Up

10. Mendekatkan diri kepada Tuhan

Saat anda merasa sedih atau kesal dan kecewa, kembalikan semuanya kepada Tuhan. Jika Anda seorang muslim,  tidak ada salahnya  mencoba  meluangkan waktu untuk shalat dan berdoa.  Cari tempat yang tenang dan mulailah berdoa sambil bernafas dalam-dalam seperti meditasi. Ceritakan sebanyak mungkin apa yang menggangu pikiran Anda. Faktanya, banyak orang berhenti merasa terpuruk dan berlatih mengendalikan emosi dengan berdoa.  Namun, jika masih gagal, cobalah berkonsultasi pada psikolog maupun psikiater.***

 

 

 

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *