Mau Jadi Enterpreneur? Inilah 5 Trik Enterpreneur Ala Drakor Start Up

 

Sejak ditayangkan pada pertengahan Oktober 2020, drakor Start Up langsung sukses mencuri hati pemirsa. Bukan hanya karna bertabur bintang muda seperti Bae Suzy, Nam Joo-hyuk, Kim Seon-ho, dan Kang Han-na, tapi juga kisahnya yang inspiratif.

Drakor ini dengan tepat menggambarkan fakta dasar tentang cara kerja sebuah start-up, bahkan penggunaan istilah teknis untuk menggambarkan pengembangan perangkat lunak (software) pun cukup jelas.

Dari kisah Seo Dal-mi (diperankan Suzy) dkk, banyak ilmu yang bisa kita ambil, terutama buat kalian yang ingin memulai usaha baru. Bisnis kuliner online misalnya. Nah kalau kamu salah satu orang yang tertarik untuk mencobanya, bisa kok menyontek trik membangun perusahaan sendiri dari drakor Start Up. Simak yuk!

  1. Cari mentor

Pelajaran pertama dari Start Up, saat kamu mau mendirikan bisnis baru dibutuhkan seorang mentor. Orang yang benar-benar memahami dunia bisnis yang akan kamu pilih, dan tentunya orang yang bisa dipercaya.

Dalam Start Up, Han Ji-pyeong (diperankan Kim Seon-ho), pemilik perusahaan ventura besar di Korea, secara tidak langsung membimbing Nam Do-san (diperankan Nam Joo Hyuk) dalam membangun bisnis.

Memiliki ide hebat penting untuk memulai bisnis, tapi kehadiran mentor berpengalaman akan menjadi salah satu aset yang tak kalah penting.

Dilansir dari U.S Small Business Administration (SBA), 30% bisnis baru di Amerika kemungkinan tidak bertahan selama 2 tahun pertama, dan 50% lainnya kemungkinan tak bertahan dalam 5 tahun. Akan tetapi, 70% bisnis yang dibina seorang mentor akan bertahan lebih dari 5 tahun.

 

  1. Rancang strategi yang jelas

Dalam Start Up diceritakan Nam Do-san dan timnya mengalami kegagalan berkali-kali. Kegagalan itu terjadi karena bisnis mereka tidak memiliki strategi yang jelas. Mereka bahkan tidak mampu menjawab pertanyaan investor tentang keuntungan yang akan mereka peroleh dari teknologi yang mereka buat.

Baca Juga :  So Sweet, Nam Joo Hyuk & Bae Suzy Kompak Masuk Daftar Selebriti Paling Berpengaruh

Tanpa strategi yang jelas, bisnis hanya bergantung pada keberuntungan dan asumsi saja. Dengan strategi yang baik akan memberikan peta jalan yang jelas, yang terdiri dari serangkaian prinsip atau aturan untuk menentukan tindakan yang harus dilakukan dan yang tidak dalam bisnis.

Selain itu, strategi juga penting dalam menentukan hal-hal yang harus diprioritaskan dan bukan prioritas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

 

  1. Pilih partner yang baik

Nam Do-san mendirikan Samsan Tech bersama dua temannya. Mereka bukan hanya sekadar teman, Do-san percaya dan mengenal baik kemampuan kedua temannya itu sehingga bisa menciptakan chemistry serta kerjasama yang baik.

Jadi kalau kamu ingin membangun sebuah bisnis dan membutuhkan partner bisnis, carilah orang yang terbaik serta paling tepat untuk usaha kamu.

Dari Start Up, kamu bisa memahami bahwa akan lebih bagus jika kamu telah mengenal dengan baik calon rekan bisnis kamu, jadi bisa tahu apakah ia akan cocok bekerjasama dengan kamu atau tidak.

Chemistry dalam bekerja tidak selalu harus bersahabat, tetapi dengan mengetahui karakteristik masing-masing dan bersedia saling membantu, maka chemistry akan terwujud dengan sendirinya.

 

  1. Jangan mudah percaya

Pelajaran lainnya dari Start Up, jika ingin mendapatkan investor, mentor, ataupun partner bisnis, hal yang utama kamu harus mengenal dengan baik calon investor-mentor-rekan bisnis. Cari tahu asal perusahaannya, dan juga posisinya dari perusahaan tersebut.

Jangan mudah percaya dengan langsung memberikan ide bisnis kamu begitu saja pada seseorang. Sebab, orang lain bisa saja meniru atau mencuri ide bisnis kamu.

 

  1. Jika dibutuhkan, rekrutlah seorang CEO

Chief Executive Officer (CEO) merupakan wajah dari perusahaan, karena seorang CEO adalah orang yang akan memajukan suatu perusahaan. CEO suatu perusahaan harus memahami tren, memiliki pengetahuan bisnis yang lebih luas dan tegas dalam membuat pilihan. Nam Do-san dalam Start Up digambarkan sebagai orang yang pintar dan suka algoritma, tapi dia sangat canggung saat berhadapan dengan orang lain.

Baca Juga :  10 Cara Mengatasi Perasaan Terpuruk Saat Merasa Terabaikan

Do-san juga tidak memiliki visi tentang bagaimana perusahaannya akan maju dan tak memiliki keterampilan pitching yang bagus, karena terlalu fokus pada detail algoritma daripada berkomunikasi dengan calon investor atau klien. Akhirnya Do-san merekrut seorang CEO.

Jika kamu merasa tidak bisa menjalankan tugas seorang CEO, maka tidak ada salahnya jika merekrut CEO. Pilihlah orang yang memiliki passion dan kemampuan memimpin yang baik.

 

 

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *